Selasa, 01 Mei 2012

ANJURAN BERBAKTI KEPADA ORANG TUA


Allah SWT melahirkan kita kealam dunia ini melalui ibu bapak kita. Susah dan payah dialami oleh ibu dan bapak untuk menyelamatkan anaknya, baik ketika masih dalam kandungan, maupun setelah lahir kedunia. Selama dalam kandungan, ibu menanggung kepayahan, keletihan dan keakitan, sementara bapak berusaha agar beban yang ditanggung oleh ibu tidak terlalu berat, maka tiap sebulan sekali atau setengah bulan sekali diperiksakan kepada dokter. Setelah kita lahir kedunia, padahal kita masih bayi maka dipeliharalah kita dan dijaga dengan penuh perhatian.
Al- Qur’an melukiskan betapa beratnya beban yang ditanggung oleh ibu disaat hamil dalam surat Al – Ahqad 15 : “ Dan telah kami perintahkan kepada manusia agar berbuat baik kepada kedua orang tuanya. Ibunya dengan susah payah dan melahirkan dengan susah paah pula sampai menyapihnya adalah tiga puluh bulan”.

Ibu dan bapak kita benar-benar berjasa dan jasnya tidak bisa dibeli sama sekali. Merekalah yang mengusahakan agar kita dapat makan dan membelikan pakaiaan untuk kita. Selanjutnya dimasukkanlah kiat kedunia pendidikan. Agar kita berakhlak baik, teguh mengamalkan ajaran – ajaran agamanya dan mempunyai masa depan yang gemilang.
Olehkarena itulah, kita harus berbuat baik dan berbakti kepada orang tua kita, jangan sampai kita menyakiti hati mereka.jangan sampai air susu ibu yang diberikan kepada kita dengan penuh kasih saying, kemudian dibalas dengan air tuba yang menyakitkan.
Rasulullah SAW bersabda “ ridho Allah tergantung (menurut) ridho kedua orang tua, dan kemurkaan Allah tergantung pada kemurkaan kedua orang tua”. (H.R. Ibnu Hibban)

Ada suatu kisah tentang laki laki yang bertanya kepada Rasulullah SWT.
Lalu ia berkata : “Ya Rasulullah, amal apakah yang paling dicintai Allah?”.
Rasulullah SAW menjawab : “Shalat tepat waktu”.
Laki laki itu bertanya lagi : “Apa lagi ya Rasulullah?”,. Beliau menjawab : “Berbaktilah kepada kedua orang tua”.
Ia bertanya lagi : “Apalagi ya Rasulullah ?”. Belia menjawab : “Berjuang di jalan Allah”
Demikianlah kita ketahuai keutamaan berbakti kepada orang tua. Jadi marilah kita menjadi anak yang saleh, karena anak yang saleh jug termasuk wujud dari berbakti kepada orang tua, sebagai mana hadis dibawah ini :
“ Jika anak Adam (manusia) meninggal dunia, maka putuslah segala amalnya, kecuali tiga perkara, yaitu : Shadaqah jariyah, ilmu yang bemanfaat, dan anak yang saleh yang selalu mendo’akan baginya(kedua orang tua)”.

DEMOKRASI dan ISLAM


Membangun kehidupan islami adalah sebuah proyek pradaban raksasa. Proyek besar bertujuan merekontruksi pemikiran dan kepribadian manusia muslim agar berpikir , merasa, dan bertindak sesuai dengan kehendak Allah swt atau dengan referensi islam. Proyek peradaban ini bertujuan menciptakan taman kehidupan dimana bunga – bunga kebaikan, kebenaran dan keindahan tumbuh bersemi. Dan taman itulah yang kelak menjadi saksi kemanusiaan dan sejarah. “Dan demikian kami jadikan kamu sebagai umat pertengahan, supaya kami menjadi saksi atas manusia, dan supaya Rasul itu (Muhammad saw) menjadi saksi atas kamu sekalian.” (Q.S. Al Baqarah: 143 ) 
Dalam perspektif Islam, politik adalah subsistem Islam. Dan dalam konteks pembangunan peradaban baru Islam, dakwah harus mempunyai power dan dukungan kekuasaan untuk merealisasikan Islam dalam kehidupan masyarakat secara menyeluruh. Dalam alam demokrasi perbedaan mendasar antara demokrasi sekuler dengan konsep politik islam terletak pada pendangan tentang siapa pemegang kedaulatan. Konsep demokrasi sekuler memberikan kepada rakyat. Mereka mengatakan, kedaulatan itu ada ditangan rakyat karena suara rakyat adalah suara Tuhan. Sementara dalam konsep Islam, kedaulatan sepenuhnya ditangan Tuhan dan suara Tuhan harus menjadi suara rakyat. Perbedaan itu sangat mendasar. Tapi, titik temu keduanya juga sangat mendasar. Yaitu, pada konsep partisipasi. Konsep ini memberikan posisi yang kuat kepada masyarakat terhadap Negara dan mengunggulkan akal kolektif atas akal individu. Karena itu, demokrasi mempunyai implikasi yang kuat terhadap proses pemberdayaan masyarakat. Seperti apa yang dikatakan oleh Syahid Hasan Al – Banna dalam Majmu’at Al – Rasail, walaupun demokrasi bukan system islam, tapi inilah system politk modern yang lebih dekat dengan Islam. Maka dari situlah dapat kita simpulkan bahwa demokrasi adalah pintu masuk bagi dakwah untuk memberdayakan umat, kemudian melibatkannya dalam mengelola negaranya sendiri lalu pada akhirnya memberinya mandat untuk memimpin kembali dirinya sendiri.

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls