Kamis, 26 Juli 2012

Energi Nuklir


Nuklir, ketika mendengar ataupun melihat kata ini banyak orang yang takut sekali seakan akan nuklir ini adalah sesuatu yang sangat mengerikan. Apalagi setelah pada bulan maret ini tahun 2011 terjadi bencana tsunami di jepang dan mengakibatkan rusaknya system pendinginpada reactor . banyak orang yang semakin takut oleh energy nuklir ini bahkan di Indonesia sesuatu yang menurut saya tindakan itu tidak ada gunanya bahkan menambah takut masyarakat terhadap energy nuklir yaitu ketika di bandara Soekarno Hata dilakukan pendeteksian ke tubuh orang padahal radiasi yang diterima dijepang sangat kecil dan itu tidak bisa di diteksi, kalau pun orang itu terkena radiasi ,orang itu tidak akan menularkan radiasi tersebut. Bahkan sekarang pembentukan PLTN yang ada di Indonesia yang akan dilaksanakan di kepulauan Bangka belitung menjadi terhambat,



kawan – kawan kita ketahui jepang adalah Negara yang pernah hancur oleh bom atom tapi mereka tetap membangun sebuah PLTN bahkan letak pulau jepang juga tidak aman karena terletak di salah satu daerah yang rawan oleh gempa. Selain itu Negara – Negara tetangga kita seperti Malaysia singapura sudah merencanakan membuat PLTN dan sekarang mereka sudah siap untuk membangunnya.kalau Negara – negar tetangga ini jadi membuat PLTN dan sesuatu terjadi yang tidak di inginkan dampak itu pasti akan sampai ke Indonesia. Wali Kota Pangkalpinang Zulkarnain Karim menuturkan, potensi kecelakaan migas mencapai 1/10.000 setiap tahun. Artinya, ada potensi satu kecelakaan dari setiap 10.000 kegiatan. "Penerbangan lebih tinggi dengan 1/100.000 per tahun. Potensi kecelakaan PLTN hanya 1/1.000.000," tuturnya dalam diskusi soal PLTN di Pangkal Pinang, (17/3/2011). Dengan demikian penerbangan dan migas jauh lebih berbahaya dari energy nukli.

Sebenarnya energy nuklir ini sudah banyak dimanfaatkan apalagi di bidang kedokteran hanya saja kita tidak mengetahuinya sebut saja ronsen mungkin kita semua tahu dan pernah mengalami ronsen nah perlu kita ketahui alat yang di gunakan untuk meronsen itu juga memanfaatkan energy nuklir dan juga perlu kita ketahui mengacu Visi Indonesia 2025 bahwa kebutuhan energy yang dibutuhakan mencapai 100.000 megawatt, jika memanfaatkan matahari maka dibutuhkan sel surya seluas 200 kilometer persegi untuk memperoleh energy 1.000 megawatt dan jika memanfaatkan bioenergi dibutuhkan lahan untuk penanaman lahan baku seluas 300 kilo meter persegi. Sedangkan jika menggunakan nuklir hanya dibutuhkan 1 reaktor nuklir untuk menghasilkan 1.000 megawatt. Jadi jangan kita takut terhadap energy nuklir lagi, jangan mau kita menjadi korban Negara – Negara lain lagi yang menakuti kita padahal mereka sendiri memanfaatkan energy nuklir tersebut.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls