Kamis, 26 Juli 2012

Kepribadian Yang sSensitif


Kepribadian yang sesitif (peka) ini adalah orang yang mampu mengenali serta menyadari dirinya sendiri, menyadari orang lain dan lingkungan di skelilingna. Dia adalah orang yang suka melakukan instrospeksi diri, sangat peka terhadap suasana jiwanya saat – saatnya sendiri, perasaan dan pikirannya. Tapi dia juga mudah merasakan suasana jiwa, perasaan, dan pikiran orang lain, dan pada waktu yang sama dia bersifat ingin tau dan sangat tajam mengamati segalana yang terjadi di dunia disekitarnya. Apabila perasaan menenai dirina sendiri serasi dengan perasaan oranglain dan kejadian – kejadian yang berlangsung di sekitarnya, dia menjadi puas dan tenang , merasa bahagia dalam hidup ini. Dia begitu menyatu dengan lingkungannya , dengan sesamanya , dan dia sangat bersedia bekerja denan tekun untuk menghasilkan dan memelihaara keserasian tersebut diluar dan ketentraman dalam dirinya. Dia pencipta perdamaian , pembuat perdamaain, pemelihara perdamaian.



Seandainya didunia ini memiliki kepribadian seperti ini, kepribadian ini akan mengusahakan agar semua kreta api menurut pada waktunya, agar semua energy dan sumbernya dihemat pemakaiannya, agar bahan makanan yang ada di dunia ini diatur secara adil dan merata, agar semua luka yang ada di obati dan di sembuhkan, agar setiap pekerja diberi upah yang layak. Maka akan ada ayam yang dimasak dalam setiap dapur dan ada kendaraan dalam setiap garasi mungkin bukan kendaraan yang mewah tapi yang cukup baik.
Pendek kata, dia adalah seorang idealis sejati yang lebih mengutamakan kedamaian dan ketentraman hidup. Kepribadian yang peka ini pada umumnya tidak menyukai kemewahan dan keramaian. Dia selalu mencari pemecahan masalah ang masuk akal, efisien, bisa dipertanggung jawabkan, menghindari yang mewah dan berlebih – lebihan. Dia hendak membuat segalanya utuh dan serasi.dimana pun mereka berada dan apapun yang dilakuakannya, kepribadian yang peka ini memperjuangkan persamaan dan keadilan, bekerja untuk menciptakan perdamaian, keserasian, dan persamaan.

Andai saja banyak orang di Indonesia ini memiliki sifat seperti ini maka tidak ada jaksa yang dapat memperjual belikan hukuman, tidak ada polisi yang memperjual bilikan kasus, tidak ada gayus – gayus yang tega memakan uang dari para pedagang keci, tukang becak, tidak ada anggota DPR yang memikirkan kenyamanannya sendiri untuk membangun gedung DPR yang mewah padahal masih banyak rakyat yang beulm mempunyai tempat tinggal, belum memiliki kerja yang layak.

0 komentar:

Posting Komentar

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | cheap international calls